something that can’t be spoken but written
<

Kita sering kedokter, kedokter ini intinya kita butuh informasi tentang penyakit diri kita, sehingga diri kita dapat tercegah dari sakit, sebenarnya yang lebih berbahaya bagi kita selain sakit badan adalah sakit batin kita.

Sakit batin ini dapat kita perbaiki dengan mengetahui kekurangan diri kita, dan informasi kekurangan diri kita ini dapat diperoleh melalui pemanfaatan kritik, koreksi, saran, dan nasehat

Ada empat jenis kritik yaitu

1. kritiknya benar caranya benar,
2. kritiknya benar caranya salah,
3. kritiknya salah caranya benar, dan
4. kritiknya salah caranyapun salah

Yang penting bagi kita apapun jenis kritiknya hendaknya kita sikapi dengan baik.

Ada lima trik agar kita bisa maju dalam memanfaatkan kritik tersebut:

1. rubahlah paradigma kritik dari sebagai ancaman menjadi suatu kenikmatan dan kunci keselamatan, kesuksesan, kabahagiaan dunia akhirat,
2. mulailah kita mencari kritikan (dengan cara meminta rekan kita untuk mengkritik),
3. bila kita dikritik jangan segera merespon (dengarkanlah saja kritik tersebut),
4. belajarlah berterima kasih kepada pengkritik, dan
5. renungkanlah dan buatlah program perbaikan atas kritik tersebut.

Perlu kita sadari bahwa kritik itu tidak berbahaya, kritik itu tidak mengurangi kenikmatan kita tetapi justru kritik sebagai sarana untuk kemajuan kita. Dalam berkomunikasi, komunikasi akan lancar bila ada suasana aman, begitu juga bila kita minta dikritik amankah bagi yang mengkritik, dan bermanfaatkah, bila kedua syarat tersebut terpenuhi maka dengan sendirinya kritik akan mengalir dari yang bersangkutan.

January 22nd, 2007 at 9:09 pm


One Response to “kR!T!k”
  1. 1
      Sapta says:

    ok banget content dari mbak yang satu ini.. thanks ya..