Masalah integrasi antar aplikasi (data dan informasi) saat ini memang telah menjadi isu yang cukup serius, khususnya bagi perusahaan-perusahaan berskala enterprise. Biasanya pendekatan yang dipakai untuk mengatasi masalah ini adalah dengan melakukan integrasi secara ”point-to-point” antara dua aplikasi yang akan disambungkan, yaitu disediakan semacam ”interface” agar dua buah aplikasi tersebut dapat berkomunikasi secara langsung satu sama lain. Metode ini tentunya bukanlah solusi yang idela, karena biasanya solusi ini tidak menggunakan standardisasi khusus, pengerjaannya cukup kompleks, dan membutuhkan biaya modifikasi yang tidak sedikit.
Service-oriented architecture (SOA) merupakan solusi alternatif yang patut dipertimbangkan. SOA menawarkan infrastruktur yang lebih baik dengan kemampuan integrasi yang sudah terkelola, yang tentunya akan berdampak pada meningkatnya reliability, kemudahan pertukaran informasi antar aplikasi, mengurangi pengaruh jika terjadi perubahan, dan dapat menekan biaya-biaya untuk keperluan integrasi dan modifikasi aplikasi. SOA dapat diimplementasikan dengan menggunakan berbagai macam teknologi diantaranya adalah web service.
Sebuah perusahaan akan memiliki banyak aplikasi yang membutuhkan autentikasi dari user yang akan mengakses setiap aplikasi yang hendak digunakan sehingga diperlukan login id dan password yang berbeda-beda. Selain itu, di luar perusahaan juga banyak aplikasi yang membutuhkan autentikasi user. Hal ini tentu akan merepotkan seorang user dalam mengingat login id dan password tersebut. Oleh sebab itu, sudah sejak lama pendekatan single sign on (SSO) dilakukan. Untuk melakukan SSO tersebut, kita akan membutuhkan sebuah sistem yang khusus menyimpan informasi login dan servis, beserta atribut tambahan seperti group dan lain sebagainya. Sistem tersebut biasanya memanfaatkan directory service. Sebagai contoh, ketika kita memiliki 3 aplikasi maka kita membutuhkan sebuah service sehingga setiap user dapat mengakses setiap aplikasi hanya dengan melakukan login sekali. User hanya perlu mengingat satu login id dan password untuk setiap aplikasi yang berbeda-beda.
Secara sederhana, suatu directory service atau directory server, umumnya adalah suatu database system sederhana yang menekankan pada layanan direktori. Menyimpan berbagai informasi sesuai dengan servis yang didukung. Sangat menekankan pada performa read daripada write. LDAP (Lightweight Directory Access Protocol) merupakan directory service yang berisi sekumpulan informasi dengan atribut-atribut yang mirip yang tersusun secara hierarki. Di dalam sebuah perusahaan maka LDAP akan berbentuk direktori tree yang menggambarkan hierarki dari struktur organisasi. Active Directory merupakan salah satu contoh directory server yang dikeluarkan oleh Microsoft. Selain itu juga muncul versi open source yang disebut OpenLDAP.
*Rabu, 28 Maret 2007 pk.10.00 ruang A102*
*Doakan saya ^_^*
Meskipun ngga ngertii.. Semoga yg terbaik untukmu ya deek, ganbatte!!!
March 26, 2007 @ 5:11 amWalah, kok presentasinya malah disini sehh….
March 26, 2007 @ 2:37 pm@Re : hwehehehe….maap mbak kalo g ngerti.Itu cuma latar belakang dari proposal seminar TA.Makasi ya…Semangat!!
@wulan : itung2 latian wul wkwkwk….Kita berjuang bersama cintaku :red:
March 26, 2007 @ 10:18 pmhahahhahahahhahaahhahahahahhahahahahhaha
cuma numpang ketawa hahahahhahaha
*sapaduluswaminya*
March 28, 2007 @ 8:49 pm